Website Resmi
Kelurahan Bukit Besar
Kecamatan Girimaya, Kota Pangkal Pinang - Kepulauan Bangka Belitung
Administrator | 20 April 2026 | 34 Kali dibuka
Artikel
Administrator
20 April 2026
34 Kali dibuka
Oleh: (Yurdani Ahmad, S.H., M.H)
Pemilihan pengurus RT dan RW di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkal Pinang, tahun 2026 bukan lagi sekadar rutinitas administratif. Ia telah berkembang menjadi sebuah proses demokrasi yang semakin “serius”, bahkan dalam beberapa hal menunjukkan dinamika layaknya kontestasi politik dalam skala kecil. Hal ini terlihat sejak tahap awal. Pemerintah Kelurahan Bukit Besar secara resmi telah menggelar sosialisasi pemilihan yang dihadiri oleh lurah, panitia, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari seluruh RT dan RW. Kegiatan ini menegaskan bahwa pemilihan kali ini dirancang berjalan transparan, partisipatif, dan terstruktur, mulai dari pembentukan panitia hingga penghitungan suara.
Tidak berhenti di situ, proses pemilihan juga telah memasuki tahap kampanye dan sosialisasi kandidat di tingkat warga. Artinya, pemilihan ini benar-benar hidup di tengah masyarakat—bukan sekadar formalitas di atas kertas. Jika melihat konteks wilayah, Kelurahan Bukit Besar bukanlah lingkungan kecil tanpa kompleksitas. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 6.000 jiwa dan terbagi dalam beberapa 9 RT dan 3 RW, dinamika sosialnya cukup padat dan beragam. Dalam kondisi seperti ini, posisi RT dan RW menjadi sangat strategis sebagai penghubung langsung antara warga dan pemerintah.
Di sinilah letak perubahan penting yang patut dicermati. Dahulu, pemilihan RT dan RW lebih banyak dilakukan melalui musyawarah mufakat, dengan penekanan pada kebersamaan. Namun kini, dengan semakin besarnya peran RT/RW dalam pendataan warga, penyaluran bantuan sosial, hingga pelaksanaan program pemerintah, jabatan ini mulai dipandang sebagai posisi yang memiliki pengaruh nyata dan strategis.
Akibatnya, kontestasi pun menjadi lebih kompetitif. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya antusiasme warga dalam mengikuti tahapan pemilihan, sekaligus munculnya pola-pola kampanye di tingkat lingkungan. Dalam batas tertentu, ini adalah hal yang positif—karena menunjukkan tumbuhnya kesadaran demokrasi. Namun di sisi lain, situasi ini juga menyimpan potensi risiko.
Ketika kompetisi semakin tajam, maka kemungkinan munculnya polarisasi di tengah masyarakat juga meningkat. Dalam skala RT/RW, polarisasi ini tidak terjadi antar kelompok besar, melainkan antar tetangga—yang setiap hari berinteraksi dalam kehidupan sosial. Jika tidak dikelola dengan baik, pemilihan yang seharusnya menjadi ajang mempererat kebersamaan justru berpotensi menimbulkan jarak sosial.
Padahal, Lurah Bukit Besar sendiri telah menegaskan bahwa pemilihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan proses penting untuk memilih sosok yang amanah dan peduli terhadap lingkungan. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa esensi jabatan RT dan RW adalah pengabdian, bukan kekuasaan. Oleh karena itu, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pertama, panitia pemilihan harus benar-benar menjaga prinsip netralitas dan transparansi. Kepercayaan publik di tingkat lokal sangat bergantung pada integritas proses yang berjalan.
Kedua, masyarakat harus mampu memisahkan antara pilihan politik dan hubungan sosial. Perbedaan dukungan tidak boleh merusak harmoni lingkungan yang selama ini terjaga.
Pemilihan RT dan RW di Bukit Besar pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang. Lebih dari itu, ia adalah ujian kedewasaan demokrasi masyarakat di tingkat paling bawah. Apakah masyarakat mampu berkompetisi secara sehat, lalu kembali bersatu setelah proses selesai?
Jika jawabannya “ya”, maka Bukit Besar tidak hanya berhasil menyelenggarakan pemilihan—tetapi juga berhasil membangun fondasi demokrasi yang kuat dari akar rumput.
Namun jika sebaliknya, maka yang tersisa bukan sekadar hasil pemilihan, melainkan potensi retaknya hubungan sosial yang justru lebih sulit diperbaiki.
Di titik inilah, pemilihan RT dan RW menemukan makna sejatinya: bukan sekadar memilih pemimpin lingkungan, tetapi juga menjaga keutuhan masyarakat itu sendiri.
Kirim Komentar
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2269
Populasi
2236
Populasi
0
Populasi
4505
2269
LAKI-LAKI
2236
PEREMPUAN
0
BELUM MENGISI
4505
TOTAL
Aparatur Kelurahan
Lurah
YURDANI, S.H., M.H.
Sekretaris Kelurahan
MARLENA, A.Md
Plt. Kasi Pemerintahan dan Trantibum
SAHABUDIN, S.T.
Kasi Kemasyarakatan dan Pelayanan
INZARNIA BANDAR APRIYANI, A. Md
Staf
WENDINI HARISUCI, A. Mk
Staf
ANINDIYA FIJRIYANTI, S.H.
Kasi Pembangunan
AHMAD PRAYOGA, S.Tr.IP
Kelurahan Bukit Besar
Kecamatan Girimaya, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung
Hubungi Perangkat Kelurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Agenda
Belum ada agenda terdata
Komentar
Arsip Artikel
20 April 2026
Pemilihan RT/RW Bukit Besar, Siap Menang Siap Kalah...
08 April 2026
Sosialisasi Pemilihan Pengurus RT dan RW se-Kelurahan Bukit Besar...
27 Februari 2026
Monitoring Gerakan Nanam Cabe Rakyat di Kelurahan Bukit Besar,...
26 Februari 2026
Tim BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Monitoring Koperasi...
24 Februari 2026
Lurah Bukit Besar Hadiri Rapat Kajian Optimalisasi Operasional...
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 118 |
| Kemarin | : | 75 |
| Total | : | 188.378 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.32 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Komentar yang terbit pada artikel "Pemilihan RT/RW Bukit Besar, Siap Menang Siap Kalah"